Just a li’l perfect story
November 7, 2011
Saat keluargaku kesulitan, ayahku bekerja, ibuku mengurus anak, aku bertanya “ada yang bisa kubantu?”.Mereka menjawab “tidak usah, cukup kurangi bermainmu..”
Saat teman2ku kesulitan, mreka bergerumul, bermain dan saling menghibur, aku bertanya “ada yang bisa kubantu?”. Mereka menjawab “tidak usah, cukup kurangi waktu BeWe mu.”
Saat perempuanku kesulitan, dia berjuang menahan tangisnya, terus berusaha yg terbaik buat kami, aku bertanya “ada yang bisa kubantu?” Dia berkata “tidak usah, cukup urus dirimu dulu.”
Saat aku kesulitan, aku hanya diam, dan bertanya dalam hati “ada yang bisa kubantu?”
Aku mulai berfikir, semuanya memang dimulai dari dalam, dan mencoba memulai semuanya dari awal. Sampai dimana aku sadar, aku yang dulu sombong sudah mulai melunak, aku yang dulu selalu serius sudah mulai santai, aku yang dulu angkuh sudah mulai merendah, aku yang dulu pemarah sudah mulai sabar, aku yang dulu cuek sudah mulai peduli, aku yang dulu garing sudah mulai lucu, aku yang dulu egois sudah mulai empati, aku yang dulu antisosial sudah mulai membaur, aku yang dulu tidak punya sahabat sudah mulai berteman, aku yang dulu tidak betah dirumah mulai rindu keluarga, aku yang dulu mengecewakan sudah mulai berjuang.
Entah apa yang terjadi jika mereka tidak menolakku. Pasti aku tidak akan jadi orang yang lebih baik lagi. Sakit , jahat ,dingin ,lelah. Tapi semua itu demi diriku.
Guru hidup terbaikku, sebentar lg mereka satu per satu akan melepaskanku, setelah melihat sayapku sudah cukup kuat. Aku harus bisa, harapan dan kepercayaan mereka telah menjalin sayap ku, darah keringat dan air mata mereka telah melemparku cukup tinggi untuk mengepakkan sayapku…
Pasti…aku pasti bisa.